Berita

Mini Lokakarya Aksi Bangkit Lawan TB (BLT) dengan TB DAY “Pakusari Terbebas dari TB” dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia 2016

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular dan mematikan yang mengancam kesehatan masyarakat di dunia. Kasus TB di Kabupaten Jember dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Terbukti pada tahun 2014 tercatat ± 3000 kasus TB baru ditemukan di Kabupaten Jember dan 80 % TB BTA positif. Selain itu, kasus MDR-TB terus meningkat dari awal penemuan kasus tahun 2013 sejumlah 6 orang, kini sudah mencapai 113 orang (Dinkes Jember, 2015).

Masalah mendasar yang mengakibatkan semakin tingginya kasus TB yaitu angka penemuan kasus TB yang masih rendah dan masih banyaknya penderita TB yang belum mendapatkan pengobatan OAT. Rendahnya angka penemuan kasus TB diakibatkan karena pola penjaringannya masih menerapkan cara kuno yaitu passive case finding. Dalam WHO Global Report 2015, kesenjangan penemuan kasus baru sangat signifikan. Dari 9,6 juga orang yang menderita TB pada tahun 2014, 6 juta (62,5%) dilaporkan ke pemerintah nasional. Itu artinya, di seluruh dunia, lebih dari sepertiga kasus (37,5%) tidak terdiagnosa atau tidak dilaporkan ke pemerintah nasional. Kesenjangan penemuan kasus dan perawatan sangat serius terutama bagi penderita MDR-TB, yang tetap menjadi krisis kesehatan masyarakat. Dari 480.000 kasus, diperkirakan hanya seperempatnya yaitu sebesar 123.000 yang terdeteksi dan dilaporkan kepada pemerintah nasional (WHO, 2015).

Berangkat dari permasalahan diatas, RSP Jember sebagai penyelenggara layanan kesehatan paru khususnya di wilayah LUBERBONDOWANGI (Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) berupaya untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi untuk mengendalikan kasus TB, salah satunya dengan Aksi Bangkit Lawan TBC dengan TB DAY. Aksi ini merupakan terobosan yang unik, kreatif, dan tepat dalam pengembangan program DOTS penganggulangan TB dengan menitikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan azas gotong royong serta kerjasama antara pihak pemerintah/swasta, instansi kesehatan, pelayanan kesehatan terpadu, dan masyarakat. TB DAY yang dimaksud adalah Temukan penderita, Berobat tuntas, Dukung penderita, Aliansi pemangku kepentingan dan Yang tertata dan berkesinambungan. Upaya ini akan menjadi terobosan terbaru sebagai langkah yang strategis dalam upaya pengendalian dan percepatan penurunan kasus TB di Jember maupun nasional. RSP Jember melalui program terobosan ini berusaha berdiri di paling depan sebagai penggerak dalam upaya pengendalian penyakit TB di Jember.

Dalam rangka menindaklanjuti terobosan tersebut, pada Kamis, 07 Januari 2016 di RSP Jember diadakan Mini Lokakarya Aksi Bangkit Lawan TB (BLT) dengan TB DAY “Pakusari Terbebas dari TB” dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia 2016. Kecamatan Pakusari dipilih sebagai lokasi pilot project dengan berbagai pertimbangan oleh pihak RSP Jember dan Dinas Kesehatan Kab. Jember. Dalam acara tersebut hadir beberapa pemangku kepentingan, antara lain Kabid. P2KL Dinas Kesehatan Kab. Jember (Dyah Kusworini, S.KM, M.Si) beserta staff, Camat Pakusari (H. Haidori, SE, M.Si), Kepala RSP Jember (dr. IGN Arya Sidemen, SE, M.PH), dan Kepala Puskesmas Pakusari (dr. Yeni Rachmawati) beserta staff. Acara dimulai pukul 09.45 WIB, dipandu oleh MC Mega Dwi Rutanto, S.Psi. Setelah pembukaan acara, sambutan pertama disampaikan oleh Kepala RSP Jember sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan dari acara Lokakarya Mini yaitu menawarkan inovasi Aksi Bangkit Lawan TB (BLT) dengan TB DAY untuk dilaksanakan bersama-sama dan didukung oleh para pemangku kepentingan. Sambutan kedua disampaikan oleh Camat Pakusari yang menyambut dengan antusias kegiatan ini dan akan mendukung penuh guna meningkatkan taraf kesehatan di Kecamatan Pakusari.

Acara dilanjutkan dengan Lokakarya Mini yang dipandu oleh moderator dr. Sigit Kusuma Jati, MM (Kasie UKM dan Litbang) dan notulen Tabita Rionica, S.KM (Staff Diklat, Litbang, dan Kerjasama). Lokakarya mini diawali dengan pemaparan Kebijakan Dinas Kesehatan Kab. Jember & Analisis Situasi Masalah Kesehatan TB di Kab. Jember Kekhususan Kec. Pakusari yang disampaikan oleh Dyah Kusworini, S.KM, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Program Pembentukan Kecamatan Pakusari Terbebas dari TB sebagai Aksi Bangkit Lawan TBC (TB DAY) yang disampaikan oleh Zetiawan Trisno, S.KM selaku Ketua Panitia. Dalam sesi diskusi lokakarya mini tersebut, para peserta menyampaikan beberapa kritik, saran, dan kesiapannya dalam mendukung kegiatan Aksi Bangkit Lawan TB (BLT) dengan TB DAY di Kecamatan Pakusari. Lokakarya mini diakhiri dengan pembacaan kesimpulan yaitu seluruh pemangku kepentingan (Dinas Kesehatan Kab. Jember, Pemerintah Kecamatan Pakusari, dan Puskesmas Pakusari) siap mendukung dan melaksanakan bersama-sama Aksi Bangkit Lawan TB (BLT) dengan TB DAY “Pakusari Terbebas dari TB” dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia 2016 dan selanjutnya akan dibahas mengenai langkah-langkah teknis kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik secara berkesinambungan dengan dukungan dari berbagai pihak dan seluruh masyarakat.