Berita

Bengkel Rohani RS Paru Jember Antara Amanah dan Khianat

Kata amanah masih seakar dengan kata iman. Yang berarti sikap amanah mempunyai kolerasi erat dengan iman seseorang. Orang beriman pasti memiliki sifat amanah. Orang yang tidak amanah berarti tidak ada iman dalam dirinya, meskipun lidahnya menyatakan beriman. Allah berfirman dalam alqur’an surat al anfaal ayat 27 yang artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati allah dan rosul (muhammad), dan (juga) janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.

Sikap amanah harus diwujudkan dalam semua aspek kehidupan. Orang yang memegang amanah dituntut menjalankan dan menyampaikan kepada yang berhak menerimanya. Firman allah dalam surat an nisaa ayat 58 yang artinya : “ Sesungguhnya allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil …”

Memiliki sikap amanah sangat penting dalam kegiatan muamalah. Sikap amana yang dimiliki seseorang dapat dijadikan tolok ukur didalam menjalankan tugas tertentu. Sebaliknya, suatu urusan yang diserahkan kepada orang yang tidak amanah, maka urusan itu akan berantakan. Sebab, orang yang tidah amanah berarti dia tidak profesional menjalankan tugasnya. Rosulullah saw. Bersabda, yang artinya : “ Apabila amanah telah disiasiakan, tunggulah saat kehancurannya.” Seorang sahabat bertanya, “ Ya rosulullaoh, bagaimana maksud menyianyiakan amanah itu. ? Nabi menjawab, “ Yaitu menyerahkan suatu urusan untuk ditangani oleh orang yang bukan ahlinya. Untuk itu tunggulah saat kehancuran urusan tersebut. “ (hr. Bukhari) Khianat merupakan lawan dari amanah. Sikap ini melekat pada orang yang kuarng beriman. Sikap khianat merupakan ciri orang munafik yang diekspresikan dengan menyalahi janji dan apa yang telah dipercayakan kepadanya. Orang yang demikian ini digelari sebagai makhluk terburuk yang sangat dibenci allah swt.

Allah swt. Berfirman dalam alqur’an surat al anfaal ayat 55-56 yang artinya : “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk disisi allah swt. Ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (yaitu) orang-orang yang kamu telah mengamkbil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka menghianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).”

Sikap khianat amat berbahaya bila berkembang dalam kehidupan suatu masyarakat. Sikap ini merugikan orang yang dikhianati dan pelakunya. Apabila sikap khianat melekat pada seseorang, berarti saat itu telah lepas darinya sikap amanah. Sebab, antara amanah dan kihanat tidak mungkin berkumpul pada saat bersamaan. Nabi muhammad saw. Bersabda : “ Tidak mungkin berkumpul iman dan kafir dalam hati seseorang, dan tidak mungkin pula berkumpul sifat jujur dan dusta padanya sekaligus, sebagaimana tidak mungkin berkumpul sifat khianat dan amanah padanya secara bersamaan.” (hr. Achmad} Sikap amanah harus dimiliki setiap individu, terutama para pemimpin. Dengan sikap diharapkan tugastugas yang diberikan kepada mereka dapat dijalankan dengan baik dan membawa kejayaan bangsa. Aamiiin… Aamiiin… allahumma aamiiin…