Berita

Waspadai Serangan Sang Penguasa Laut

Mitos masyarakat di pesisir pantai Indonesia sering menyebutkan ada penyakit aneh yang sering menyerang nelayan yang menyelam kedalam laut. Hal ini dikarenakan banyaknya korban penyelam tradisional yang terkena penyakit aneh ini. Biasanya mereka yang terserang penyakit ini di tandai dengan rasa nyeri, gangguan pernafasan, kelumpuhan bahkan sampai kematian. Mereka mempercayai bahwa penyakit ini dikarenakan ada beberapa aturan alam yang mereka langgar sehingga mendapat serangan atau peringatan dari Sang penguasa laut. Sesungguhnya penyakit ini bukan di karenakan serangan Sang Pengusa laut, tapi penyakit ini adalah penyakit yang biasa di alami para penyelam . penyakit ini disebut DCI atau Dekompresi ilnes. DCI/ Dekompresi ilnes adalah suatu penyakit /kelainan-kelainan yang disebabkan oleh pelepasan dan mengembangnya gelembung-gelembung gas dari fase larut dalam darah/ jaringan akibat penurunan tekanan di sekitarnya. Adapun gejala gejala yang ditimbulkan bisa berupa rasa nyeri pada seluruh tubuh, kelelahan, nyeri otot, nyeri jantung, gangguan pernafasan, kelumpuhan bahkan sampai kematian. Hal ini behubungan dengan kecepatan lepasnya gas nitrogen dari fase larut menjadi tidak larut dalam bentuk gas ( bubbles ) pada saat proses decompresi berlangsung. Timbulnya gelembung-gelembung gas tadi berhubungan dengan timbulnya peristiwa supersaturasi gas dalam darah ataupun dalam jaringan tubuh pada waktu proses penurunan tekanan di sekitar tubuh (decompresi ).

Dengan terbentuknya gelembung udara dalam darah ini bisa menyebabkan aliran darah vena dari jaringan tersebut mengalir dengan lambat, sehingga menghambat kecepatan elminasi gas dari jaringan. Hal ini akan menimbulkan 2 akibat yaitu :
  1. Akibat langsung/mekasnis sumbatan yang bisa menimbulkan (Skema) kerusakan jaringan.
  2. Akibat tidak langsung yaitu, terjadinya fenomena "Hipoksia Seluler" pada penyakit decompresi
Penyakit ini biasa terjadi / menyerang pada penyelam yang relative dangkal tapi lama dan berulang kali dengan kedalaman lebih dari 10 meter dengan interval naik kepermukaan yang pendek dan cepat, dimana periode decompresi kurang di patuhi. Biasanya kasus tersebut sering terjadi pada para nelayan kerang, mutiara dan lobster. Disaat kejadian, sukar untuk dibedakan dengan emboli udara pada otot, tetapi bisa diatasi dengan pengobatan yang hampir sama yaitu dengan RECOMPRESI SEGERA dan berhasil dengan baik. Pengobatan RECOMPRESI SEGERA bisa dilakukan dengan TOHB/ Terapy Oksigen Hyperbarik dimana pada terapy ini menggunakan system Rekompresi dengan menggunakan tekanan- tekanan tertentu yang disesuaikan dengan kasusnya, yang bertujuan melawan efek hypoxia pada jaringan. Selain itu pengobatan pada kasus ini baiknya terdiri dari 3 tindakan gabungan yang saling melengkapi demi suksesnya pengobatan ini.
  1. Recompresi yaitu memberi tekanan kembali pada semua sel jaringan untuk memperkecil gelembung gas sehingga gelembung-gelembung gas nitrogen bisa larut kedalam aliran darah/ jaringan
  2. Oksigenasi, diberikan untuk melawan hypoxia dan mengurangi tekanan nitrogen yang terlarut dalam darah / jaringan.
  3. Pengobatan dengan medikamentosa yaitu pengobatan untuk menanggulangi perubahan- perubahan sekundair / kerusakan yang di timbulkan akibat hadirnya gelembung – gelembung gas nitrogen dalam pembuluh darah maupun jaringan tubuh.
Rumah sakit yang di rekomendasikan untuk menangani penyakit ini khususnya jember adalah di RS PARU Jember yang beralamat di Jln Nusa Indah no 28 Kreyongan. Karena hanya di rumah sakit inilah satu-satunya Rumah Sakit di Jember yang memiliki chamber TOHB dengan tekanan lebih dari 7 ATA sesuai dengan standart internasional untuk mengatasi penyakit ini. Hiperbarik yang dimiliki oleh RS Paru Jember ini termasuk alat terbaru dan tercanggih saat ini khususnya diwilayah asia pasifik dan alat yang serupa terdapat di Rumah Sakit Singapura. Alat berbentuk elip dan berukuran besar menyerupai kabin pesawat terbang ini hampir semuanya bersifat otomatis dan nyaris tanpa campur tangan yang berbau manual. Dengan pengetahuan dan ketrampilan menjalankan alat terapi hiperbarik chamber, RS Paru berharap bisa melakukan pelayanan terbaik dan profesional bagi masyarakat, tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat kalangan atas namun juga juga bisa dimanfaatkan bagi kalangan menengah kebawah. RS Paru Jember memiliki dua macam hiperbarik. Yang pertama, alat hiperbarik tunggal (monoplace) yang hanya memungkinkan satu orang untuk melakukan terapi. Dan yang kedua adalah alat hiperbarik ganda (multiplace) yang memungkinkan hingga 10 orang untuk melakukan terapi secara bersama- sama. Untuk hiperbarik tunggal, pasien tidak perlu menggunakan masker. Alat hiperbarik ini didesain mirip kapsul dengan sebuah busa empuk didalamnya. Dan oksigen 100 % langsung bisa dihirup dengan leluasa tanpa masker. Sedangkan di hiperbarik ganda, pasien akan duduk diruangan serupa kabin pesawat lengkap dengan sebuah layar kecil dimasing-masing kursi yang bisa difungsikan untuk memutar film dari DVD agar pasien tidak mengalami kebosanan saat terapi. Alat canggih yang dimiliki RS Paru Jember tercanggih di Asia Pasifik ini menempati gedung yang dibangun sesuai dengan standart Amerika (NFPA-99) dan sesuai peraturan Singapura, disini juga tersedia 24 jam, 7 hari seminggu layanan Emergrncy Medical Services, tersedia bagi pasien local maupun Internasional. Semoga dengan adanya alat canggih yang bisa kita temui di RS Paru Jember bisa bermanfaat bagi kita semua. Sehingga kita bisa bekerja, berkarya dan beribadah dengan baik .